FEATURED POST

<img class="aligncenter wp-image-69197 size-large" src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2021/08/PBP-1024x576.jpg" alt="" width="640" height="360" />

Pondok Pesantren Al-Basyariyah telah melaksanakan peletakan batu pertama sebagai simbolis pembangunan Masjid Jami Pondok Pesantren Al-Basyariyah Kampus 2 Cigondewah, Kab. Bandung, pada Ahad (22/8), mulai dari pukul 09.30 WIB s/d 10.30 WIB. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Buya, Drs. KH. Saeful Azhar selaku Sesepuh, Pendiri dan Pimpinan Umum Pondok Pesantren Al-Basyariyah.

Acara dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Biro Kesra Provinsi Jawa Barat, majelis pimpinan, majelis guru, panitia pembangunan Masjid, beserta tamu undangan. Seluruh santri menyaksikan acara tersebut melalui layar lebar yang dipasang di Aula, sedangkan para alumni serta orang tua santri menyaksikan siaran langsung melalui platform YouTube Al-Basyariyah Official.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Rindang Hira Setiawan menyampaikan dalam sambutannya, “Masjid di Al-Basyariyah sudah tidak lagi memungkinkan untuk dijadikan tempat ibadah, karena lantai 1 tergerus oleh sedimentasi sungai, lantai 2 sudah bocor, bahkan temboknya sudah mengelupas. Rasa prihatin ini sejujurnya semua dialami, kami sangat prihatin menyikapi masjid yang sudah tak lagi layak dipakai beribadah”.

Ketua Yayasan Bumi Jannah Iliyyin, Al-Ustadz H. Zen Anwar Saeful Basyari, S.Pd.I juga menyampaikan bahwasanya, “Kurang lebih 27 tahun sudah masjid ini berdiri dan 27 tahun itu pula masjid ini melahirkan para ulama, tokoh masyarakat. Maka kebanggaan masjid inilah yang kami banggakan sejak berdirinya pondok ini. Karena pada hakikatnya masjid adalah pusat peradaban umat, dan dari masjid pula pendidikan itu bermula. Dengan pembangunan ini, semoga bisa lebih banyak melahirkan para ulama dan tokoh masyarakat, karena kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran para santri dan kyai. Maka tanggung jawab pesantren ialah untuk terus mengawal NKRI. Meski banyak bangunan yang kami korbankan dalam pembangunan masjid ini, semoga para santri selalu mendapat Kesehatan, penjagaan dan perlindungan dari Allah SWT”.

Rencananya dana yang dianggarkan untuk pembangunan masjid ini sebesar Rp. 15.000.000.000,-. Dan telah terkumpul dana wakaf sebesar Rp. 1.223.307.150,- yang berasal dari pimpinan pondok, dewan guru, unit usaha Pondok, serta para donatur. In syaa Allah, Masjid Jami Pondok Pesantren Al-Basyariyah akan dibangun tiga lantai berkapasitas 3.000 jamaah dengan luas 17x45 m.

Pondok Pesantren Al-Basyariyah telah melaksanakan peletakan batu pertama sebagai simbolis pembangunan Masjid Jami Pondok Pesantren Al-Basyariyah Kampus 2 Cigondewah, Kab. Bandung, pada Ahad (22/8), mu......

<img class="aligncenter wp-image-69193 size-large" src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2021/08/a0317361-7e96-457d-9a27-84b89465a5b6-1024x682.jpeg" alt="" width="640" height="426" />

“Harga manusia itu dilihat dari produktivitasnya, karena manusia itu tidak enak dagingnya,” begitulah salah satu motto yang seringkali digaungkan oleh Buya. Drs. KH. Saeful Azhar.

Pada tanggal 13 Muharram 1443 H, tepat pada hari Ahad (22/8) siang, Buya memperingati hari jadinya yang ke-81 tahun, diiringi pula dengan acara Peletakan Batu Pertama pada pagi harinya.

Acara yang dipanitiai oleh Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Al-Basyariyah (IKAPA) ini dihadiri oleh seluruh santri, perwakilan alumni dari tiap-tiap angkatan, pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) IKAPA, Forum Silaturahmi Guru Al-Basyariyah (FOSGA), pun seluruh keluarga Bumi Jannah Iliyyin (BJI). Acara yang diselenggarakan di Aula ini terbilang cukup sederhana, mengingat hal tersebut dilakukan atas dasar upaya menanggulangi penyebaran COVID-19. Meski sederhana, acara tetap berjalan khidmat, dimulai dari pukul 13.00 s/d 15.30 WIB.

Diawali dengan penampilan hadroh, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dilantunkan oleh alumni Angkatan 29, M. Iqbal Khoir, lalu disambung dengan sambutan-sambutan dari Al-Ustadz H. Jajang Rohman, S.Pd.I selaku Ketua Umum DPP IKAPA, Al-Ustadz H. Ujang Husni, S.Pd.I. selaku Ketua FOSGA, serta Al-Ustadz H. Zen Anwar Saeful Basyari, S.Pd.I. selaku Ketua Yayasan BJI.

Setelah itu, Buya menyampaikan dua buah amanat sebagai berikut :
<ol>
 	<li>Bantulah panitia Masjid untuk mensukseskan pembangunan Masjid Jami Al-Basyariyah,</li>
 	<li>Jadikan pembangunan Masjid Jami Al-Basyariyah itu sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi antar alumni.</li>
</ol>
Tak lupa demi menuai keberkahan atas bertambahnya usia sang Kyai, dibacakanlah tawassul oleh KH. Moch. Dede Miftahuddin AF. Kemudian biografi perjalanan hidup Buya dibacakan oleh Al-Ustadz H. Irwan Setiawan, M.Ag. dan Al-Ustadzah Hj. Inna Siti Nurhasanah, S.Ag., M.M.Pd. Peringatan Milad Buya ini diakhiri dengan penyerahan hadiah dari OSPA Putra, OSPA Putri, IKAPA, FOSGA juga keluarga BJI.

“Semoga dengan usia Buya yang ke-81 ini tidak menjadikan Langkah Buya terhenti untuk terus mengembangkan pondok ini. Semoga Buya selalu dikuatkan serta dilimpahkan rezekinya, terutama dalam pembangunan Masjid yang merupakan cita-cita terbesar Almarhumah Hj. Umi Syaja’ah,” ujar Syakira Roudlotul Anwar, Ketua OSPA Putri Periode 2021-2022.

“Harga manusia itu dilihat dari produktivitasnya, karena manusia itu tidak enak dagingnya,” begitulah salah satu motto yang seringkali digaungkan oleh Buya. Drs. KH. Saeful Azhar. Pada tanggal 13 Muha......

<img class="aligncenter size-large wp-image-69154" src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2021/08/236650337_335542404960551_5020849272257751687_n-1024x683.jpg" alt="" />

Sebanyak 1.500 orang ulama dan santri Pondok Pesantren Al-Basyariyah, Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mendapatkan suntikan vaksin covid-19 tahap pertama dalam program Kick Off 3 Juta Santri Jawa Barat Siap Divaksin.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, vaksinasi covid-19 untuk santri dan ulama di pondok pesantren Al-Basyariyah menjadi yang pertama kali di Indonesia.

Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum secara virtual.

"Al-Basyariyah ini pesantren yang sudah lama berdiri di Kabupaten Bandung maka tepat sekali untuk kick off vaksinasi para kyai dan santri. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena secara otomatis ini yang pertama secara nasional," kata Dadang Supriatna saat ditemui di sela kegiatan vaksinasi, Sabtu 14 Agustus 2021.

Lebih lanjut Dadang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap 500 pondok pesantren yang ada di Kabupaten Bandung bisa mendapatkan jatah vaksin covid-19 sesegera mungkin.

Dadang menjelaskan, di Kabupaten Bandung saat ini jumlah warga yang sudah divaksin mencapai 400.000 lebih untuk tahap satu dan 200 lebih untuk vaksin tahap 2.

"Artinya kalau kita lihat target 2,8 juta jiwa masyarakat Kabupaten Bandung yang harus divaksin tinggal 2,4 juta kalau dengan tahap 2 sekitar 5 juta vaksin," jelasnya.

Dadang menargetkan 80 persen warga Kabupaten Bandung termasuk pondok pesantren bisa mendapatkan vaksin tahap kedua pada akhir tahun 2021 untuk mencapai herd immunity.

"Target Desember 2021 (80 persen warga Kabupaten Bandung bisa mendapatkan vaksin). Kalau distribusi vaksin lancar maka saya akan upayakan optimis karena kita sudah merekrut tenaga kesehatan untuk pelaksanaan vaksinasi," ujarnya.

Dadang mengaku telah bersurat secara resmi kepada pemerintah pusat, meminta kembali jatah vaksin Covid-19 agar target 80 persen vaksinasi untuk warga Kabupaten Bandung bisa tercapai di akhir tahun 2021.

"Saya sudah bersurat kepada Kementrian (Kemenkes) maupun Gubernur Jawa Barat, hanya pendistribusiannya ini menunggu dari Gubernur. Saya semangat untuk mempercepat pelaksanan vaksin sampai 80 persen. Tapi kalau distribusinya terlambat saya tidak jamin Desember 2021 target tercapai," bebernya.

Dadang mengklaim, selain penerapan ketat protokol kesehatan, vaksinasi yang cukup masif menjadi salah satu faktor menurunnya kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Bandung.

"Peningkatan kasus Covid-19 yang tadinya bulan Juni mencapai 6.000-an, sekarang tinggal 2.600. Tingkat kesembuhan di atas 300 dan BOR kita 32 persen. Salah satu gerakan masif adalah gerakan vaksinasi. Semua sektor, semua kalangan, sudah bergerak," tandasnya.

Ditempat yang sama, Al-Ustadz H. Zen Anwar Saeful Basyari, Ketua Yayasan Bumi Jannah Illiyin (BJI) Pondok Pesantren Al-Basyariyah mengaku sangat bersyukur pondok pesantren yang dipimpinnya terpilih menjadi pionir vaksinasi untuk kalangan ulama dan santri meski jatah 1.500 dosis vaksin yang diberikan masih kurang.

"Jumlah total kita di pusat 2.300 orang ulama dan santri. Kalau total dengan 4 cabang sekitar 4.000 orang," kata Al-Ustadz Zen.

Senada dengan Dadang Supriatna, Al-Ustadz Zen berharap seluruh santri dan ulama Ponpes Al-Basyariyah bisa segera divaksin agar proses belajar mengajar tatap muka yang saat ini berjalan dengan protokol kesehatan ketat bisa lebih baik lagi.

"Kegiatan belajar mengajar tatap muka kita sudah berjalan dari tahun lalu dengan prokes ketat. Santri tidak boleh pulang selama satu tahun. Selain itu kita berharap dengan vaksinasi ini keadaan bisa kembali sehat dan kegiatan keagamaan di pesantren bisa kembali normal," tandasnya.

Sebanyak 1.500 orang ulama dan santri Pondok Pesantren Al-Basyariyah, Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mendapatkan suntikan vaksin covid-19 tahap pertama dalam program Kick Of......

previous arrow
next arrow
Slider

ABOUT US

Pondok Pesantren Al Basyariyah adalah Pondok Alumni Gontor yang didirikan pada tahun 1982 oleh Buya Drs. KH. Saeful Azhar, terletak di perkampungan tempat Eyang Cimindi keturunan Waliyullah Eyang Mahmud yang pada zamannya merupakan ulama tersohor di daerah Bandung Selatan.

Pondok yang didirikan dari nol ini, kini telah berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan yang memiliki luas tanah sekitar 17 ha. Kamar tempat mondok santri yang pada mulanya hanya sebuah gubuk yang sangat sederhana kini telah berjumlah ratusan lokal yang dapat menampung santri lebih dari 1500 orang. Selain itu, sebagai lembaga pendidikan yang dinamis dengan mengintegrasikan format pendidikan pesantren salafiyah dan khalafiyah, Pondok Pesantren Al Basyariyah telah mengalami kemajuan pesat lainnya. Alhamdulillah dalam perjalanan perjuangannya, Pondok Pesantren Al Basyariyah telah meluluskan ribuan alumni yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat khususnya dan wilayah nusantara umumnya.

Selengkapnya bisa dilihat di sini