FEATURED POST



HARI INI, SANTRI AL-BASYARIYAH IKUTI UJIAN AKHIR TAHUN

Sabtu (10/4) - Sebanyak 1.832 orang yang terdiri dari 724 santriwan dan 1.108 santriwati berkumpul memenuhi Auditorium Utama untuk mengikuti upacara pembukaan Ujian Akhir Tahun Pelajaran 2020-2021. Untuk pelaksanaan UAT kali ini tidak melibatkan santri kelas 6 TMI sederajat atau yang familiar disebut dengan Niha'i, sehubungan mereka sedang menjalankan dakwah pondok.

Upacara ini merupakan agenda wajib sebelum dimulainya ujian, yang bertujuan untuk membakar semangat para santri untuk menghadapi ujian. Agenda ini diisi dengan laporan ketua panitia pelaksana, Al-Ustadz Usman Agustin, S.Pd., kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang dibawakan oleh Al-Ustadz Endang Suhendi, S.Ag. selaku Direktur TMI Pondok Pesantren Al-Basyariyah dan juga Al-Ustadz H. Zen Anwar Saeful Basyari, S.Pd.I. selaku Wakil Pimpinan Pondok sekaligus membuka kegiatan UAT secara resmi.

Setelah sambutan dan pembukaan kegiatan, acara dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib ujian oleh Al-Ustadz M. Alfi Saeful Basyari, BS. selaku Komite Disiplin UAT 2020-2021. Lalu diakhiri dengan pembacaan doa oleh Al-Ustadz Musawa Fudhoil, S.Ag.

Adapun pelaksanaan Ujian Tulis akan berlangsung selama 15 hari, hingga hari Ahad (24/4) mendatang. Ketua Panitia, Al-Ustadz Usman Agustin, S.Pd. mengaku bahwa pelaksanaan UAT tahun ini dirasa cukup berat, berhubung masih dalam situasi pandemi Covid-19, pun bersamaan dengan bulan suci Ramadhan 1442 H. Meski demikian, hal tersebut tidak memadamkan semangat juang panitia UAT dalam menjalankan peran, fungsi dan tugasnya.

Beliau berpesan, “Awali semua dengan Bismillah, niatkan semuanya untuk ibadah. Tetap semangat untuk para santri, jangan pernah lelah. Puasa itu bukan alasan untuk kita tidak belajar, bukan alasan untuk kita bercapek-capek. Kami segenap panitia berdoa mudah-mudahan seluruhnya diberi kesuksesan dan kemudahan oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin”.

HARI INI, SANTRI AL-BASYARIYAH IKUTI UJIAN AKHIR TAHUN Sabtu (10/4) – Sebanyak 1.832 orang yang terdiri dari 724 santriwan dan 1.108 santriwati berkumpul memenuhi Auditorium Utama untuk mengikut......

<img class="aligncenter size-large wp-image-67589" src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2021/03/a-1024x612.jpg" alt="" />

Pada hari Jumat (12/3), Pondok Pesantren Al-Basyariyah menyelenggarakan acara Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW serta menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H, dengan menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa wal Mahmuudiyyah, Sumedang, Abuya KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al Manafi, MA.

Acara ini dilaksanakan di Auditorium, dimulai dari pukul 20.00 WIB s/d 00.00 WIB. Dihadiri oleh para santri, majelis guru dan jamaah majelis ta'lim. Sehubungan pandemi belum berakhir, pondok pun membatasi tamu yang hadir. Oleh karenanya, Al-Basyariyah Multimedia Centre dan Tim IT Asy-Syifaa menayangkan kegiatan ini secara live streaming di channel YouTube Al-Basyariyah Official dan Instagram @asysyifaapusat.

Acara ini diawali dengan penampilan grup hadroh El Habasya, kemudian diisi dengan taushiyah dari putra Abuya Muhyiddin, <em>Mu’allim</em> Maulana Ja’far Shadiq, sehubungan Abuya masih dalam perjalanan. Dalam taushiyahnya, beliau mengisahkan peristiwa di-isra’-kannya Rasulullah SAW secara mendetail berdasarkan kitab <em>Dardir Mi’raj</em>.

“Sambil menunggu beliau, saya diminta oleh keluarga besar untuk mengisi sedikit demi sedikit, dan sekelumit dari cerita-ceritanya,” ucapnya di sela-sela pembicaraan.

Abuya Muhyiddin tiba di lokasi pada pukul 21.45 WIB. Direktur TMI Putra, <em>Al-Ustadz</em> Endang Suhendi, S.Ag. bertindak sebagai MC yang memandu berjalannya acara inti. Dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran Surat Al Isra ayat 1-8 yang dibawakan oleh <em>Al-Ustadz</em> Mukti Ali, S.Pd. I, alumni Pondok Pesantren Al-Basyariyah Angkatan 20 yang juga merupakan Imam Tetap Masjid Ar Rahman Kota Baru Parahyangan. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yaitu taushiyah dari Abuya KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al Manafi, MA.

Abuya memulai taushiyahnya dengan pembacaan Qasidah Burdah dengan iringan hadroh. Beliau menyampaikan bahwa Allah menjadikan manusia berharga karena ketakwaannya.

“Segala yang terhubung kepada Allah yang Maha Agung, kepada Baginda Rasulullah SAW, nabi, rasul hamba dan makhluk teragung, maka segalanya menjadi agung. Pahamilah oleh kita. Walaupun manusia banyak hartanya, jabatan dunianya tinggi, gelarnya berderet. Ingat! Sohor menurut manusia tapi dia tidak mau hadir dalam majelis ilmu, maka tidak ada harganya di dirinya sedikitpun. Siapa yang rajin duduk di majelis ilmu, maka ia akan menjadi orang yang bernilai tinggi di sisi Allah. Walaupun sudah terkubur tanah ribuan tahun, tetap akan berharga. Walaupun tidak memiliki uang sepeserpun, rumah gubuk, fakir, miskin, tidak punya gelar, tidak punya jabatan dunia, ketika dia istiqamah rajin hadir dalam majelis ilmu, tetap dirinya akan berharga disisi Allah Jalla Jalaaluhu Wahdah. Walaupun manusia banyak hartanya, jabatan dunianya tinggi, gelarnya berderet. Ingat! Sohor menurut manusia, tapi dia tidak mau hadir dalam majelis ilmu, maka ia tak ada harganya. Pahami. Ketahuilah bahwa Allah SWT menjadikan manusia berharga hanya ada dalam takwa, tidak ada pada yang lain,” tutur beliau.

Acara ditutup dengan Mahallul Qiyam dan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Abuya. "Dengan adanya peringatan ini, bisa menjadi motivasi bagi saya dan juga para santri yang sedang menjalankan pendidikan," ujar Ibu Nurlaela, orang tua santri kelas 5 TMI.

&nbsp;

Salsabila Husniyya Hantoro_5 TMI B_BIPD

Pada hari Jumat (12/3), Pondok Pesantren Al-Basyariyah menyelenggarakan acara Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW serta menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H, de......



Tingginya permintaan terhadap tenaga santri pengabdian, selayaknya untuk selalu ditingkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun. Progam ini telah telah memberikan manfaat dalam rangka memberikan pemdidikan kepada santri calon alumni. Oleh karena itu, Bagian Pengasuhan Santri berinisiatif menyelenggarakan kegiatan pembinaan calon Peserta Masa Bakti (PMB)

Acara yang diketuai oleh Al-Ustadz Rafi Fauzan Al Baqi, S.Sos.I ini bertujuan untuk membekali calon Peserta Masa Bakti dengan materi-materi yang penting untuk diketahui seputar progam pengabdian. Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari yaitu hari Sabtu (06/03) sampai hari Minggu (07/03) bertempat di gedung Aula.

Adapun pemateri seminar kali ini yaitu :
- Ust. Rafi Fauzan Al Baqi membawakan "Tinjauan luas progam pengabdian"
- Ust. H. M. Syamsul Imron, Lc membawakan "PMB sebagai pendidik dan tenaga kependidikan"
- Usth. Hj. Inna Siti Nurhasanah, S.Ag M.M.Pd membawakan "PMB sebgai pengasuh"
- Ust. Anugrah Mi'roz Dzulfikar, S.Pd. membawakan "PMB sebagai pembimbing organisasi"
- Ust. Supratman Bagus Wibowo, M.Pd.I membawakan "strategi pendidikan anak-anak dan remaja"
- Ust. Gagan Badruzaman, S.S membawakan "kewirausahaan"
- Ust. Usman Agustin, S.Pd membawakan "manajemen mesjid kekinian"
- Ust. KH. Dede Miftahudin membawakan "Peran santri ditengah masyarakat dalam beragama dan bernegara"

"Kegiatan pembinaan ini selayaknya bekal makan kita selama diperjalanan, jika kita tidak mebawa bekal ya kita celaka kelaparan", ujar Raina Rahma selaku moderator salah satu sesi pemateri kegiatan.

Tingginya permintaan terhadap tenaga santri pengabdian, selayaknya untuk selalu ditingkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun. Progam ini telah telah memberikan manfaat dalam rangka memberikan pemdidik......

previous arrow
next arrow
Slider

ABOUT US

Pondok Pesantren Al Basyariyah adalah Pondok Alumni Gontor yang didirikan pada tahun 1982 oleh Buya Drs. KH. Saeful Azhar, terletak di perkampungan tempat Eyang Cimindi keturunan Waliyullah Eyang Mahmud yang pada zamannya merupakan ulama tersohor di daerah Bandung Selatan.

Pondok yang didirikan dari nol ini, kini telah berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan yang memiliki luas tanah sekitar 17 ha. Kamar tempat mondok santri yang pada mulanya hanya sebuah gubuk yang sangat sederhana kini telah berjumlah ratusan lokal yang dapat menampung santri lebih dari 1500 orang. Selain itu, sebagai lembaga pendidikan yang dinamis dengan mengintegrasikan format pendidikan pesantren salafiyah dan khalafiyah, Pondok Pesantren Al Basyariyah telah mengalami kemajuan pesat lainnya. Alhamdulillah dalam perjalanan perjuangannya, Pondok Pesantren Al Basyariyah telah meluluskan ribuan alumni yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat khususnya dan wilayah nusantara umumnya.

Selengkapnya bisa dilihat di sini