FEATURED POST

<img class="aligncenter wp-image-60091 size-large" src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2020/01/Web-1-1024x576.jpg" alt="" width="640" height="360" />

Panitia Ujian Niha’i Pondok telah menyelenggarakan agenda praktek mengajar atau yang disebut dengan Amaliyah Tadris (AMT) Perdana pada hari Sabtu (11/1) yang bertempat di <em>Meeting Room </em>Pondok Pesantren Al-Basyariyah. Dihadiri oleh <em>mudir </em>dan <em>mudiroh, musyrif, </em>panitia serta santri kelas akhir (<em>niha’i)</em>.

AMT sendiri bertujuan dalam rangka meningkatkan kualitas santri akhir yang tak lama lagi akan menyandang status alumni Pondok Pesantren Al-Basyariyah, mengingat AMT ini merupakan salah satu indikator kelulusan siswa kelas akhir, yang nantinya setelah kelulusannya, mereka akan disebar untuk menjalankan program masa bakti, baik di dalam maupun di luar pondok. Mereka dituntut untuk bisa mengajarkan ilmunya dengan baik supaya visi pondok ini dapat tercapai, yaitu mencetak santrinya agar <em>tafaqquh fiddin</em>.

“Dengan adanya praktek mengajar ini, ini sesuatu hal yang sungguh sangat menguntungkan bagi ananda sekalian, dan harus dijadikan satu perhatian penuh. Artinya, persiapan-persiapan untuk praktek mengajar itu harus disiapkan secara maksimal,” ujar Al-Ustadz Endang Suhendi, S.Ag selaku <em>mudirul ma’had </em>di sela-sela sambutannya.

AMT perdana terbagi menjadi empat sesi, dua sesi oleh putra dan dua sesi oleh putri. Diawali dengan AMT berbahasa Arab oleh Dede Teguh, kemudian dilanjutkan oleh Harry Nurhakim dengan berbahasa Inggris. Setelah itu, Ikrom Syauqi Nuradilah mengambil Bahasa Arab sebagai metode pembelajarannya. Terakhir, metode pembelajaran Bahasa Inggris digunakan oleh Syifa Khoirunnisa.

AMT perdana dapat terlaksana dengan baik dan lancar dan diakhiri dengan komentar dari para <em>musyrif </em>beserta panitia sebagai evaluasi agar ke depannya lebih baik.

<img class="aligncenter wp-image-60092 size-medium" src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2020/01/Web-2-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" />

<img class="size-medium wp-image-60093 aligncenter" src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2020/01/Web-3-300x169.jpg" alt="" />

<img class="size-medium wp-image-60094 aligncenter" src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2020/01/Web-4-300x169.jpg" alt="" />

Panitia Ujian Niha’i Pondok telah menyelenggarakan agenda praktek mengajar atau yang disebut dengan Amaliyah Tadris (AMT) Perdana pada hari Sabtu (11/1) yang bertempat di Meeting Room Pondok Pesantren......

<img class="aligncenter wp-image-60076 size-large" src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2020/01/Web-1024x576.jpg" alt="" width="640" height="360" />

Organisasi merupakan hal yang penting bagi setiap institusi, tak terkecuali di Pondok Pesantren Al Basyariyah. Dalam rangka mempersiapkan pergantian pengurus OSPA, maka dibentuklah sebuah organisasi yang disebut dengan P3OSPA yang merupakan kepanjangan dari <strong>Panitia Pergantian Pengurus OSPA</strong>. Sebanyak 20 anggota P3OSPA yang terdiri dari santri kelas 4 TMI mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari Jumat (10/01) dalam acara pelantikan yang disahkan oleh Al-Ustadz Musawa Fudhoil, S.Ag, dengan disaksikan oleh seluruh santri beserta majelis <em>asatidz.</em>

Acara terlaksana dengan lancar, mulai dari pukul 20.30 sampai dengan 21.15 WIB. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Salman Haqiqi kemudian dilanjutkan dengan pelantikan P3OSPA dan diteruskan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari ketua P3OSPA yang dibawakan oleh Aldin Ibnu Nadzar, selanjutnya dibawakan oleh Al-Ustadz Rizal Damara, PMB selaku <em>musyrif </em>P3OSPA. Kemudian diakhiri dengan pembacaan doa oleh Al-Ustadz Asep Mustofa.

“Saya berharap mudah-mudahan P3OSPA tahun ini lebih baik lagi dan lebih bertanggung jawab lagi,” ujar Al-Ustadz Musawa Fudhoil, S.Ag di sela-sela sambutannya.

Organisasi merupakan hal yang penting bagi setiap institusi, tak terkecuali di Pondok Pesantren Al Basyariyah. Dalam rangka mempersiapkan pergantian pengurus OSPA, maka dibentuklah sebuah organisasi y......

<div></div>
Bagian Ta’lim Wal-ibadah  MB 2019-2020 telah mengadakan acara wisuda tahfizh 1-14 juz. Wisuda tahun ini merupakan Angkatan ke-3 sejak diadakannya acara tersebut. Tema dari acara Wisuda Tahfizh tahun ini yaitu "Inti dari Al-Qur'an adalah Sebaik-baiknya Menjaga Akhlaq dan Sikap".

Acara Wisuda Tahfizh ini dihadiri oleh mudirotul ma’had, Al-Ustadzah Hj. Inna Siti Nurhasanah, S.Ag., M.M.Pd., Al-Ustadz Kunkun Aryadi, Al-Ustadz Musawa Fudhoil S.Ag, beserta segenap jajaran Majelis Pembantu Pimpinan Pondok (MP3), Peserta Masa Bakti (PMB). Turut mengundang pula orangtua wisudawati untuk ikut serta dalam rangka melihat anaknya di acara Wisuda Tahfizh tahun ini.

Peserta wisuda tahun ini berjumlah 85 orang yang terdiri dari kelas 1 TMI sampai dengan kelas 6 TMI. Adapun santri dengan prestasi hafalan terbanyak diraih oleh Alfina Damayanti santri kelas intensif yang telah sukses menghafalkan 14 juz hafalan Al-Qur'annya.

Adapun rangkaian acara dimulai dari pembukaan, sambutan mudirotul ma'had, penampilan wisudawati dengan menyanyikan mars muraja'ah hafalan qur'an, pengetesan hafalan oleh para staff guru, penyematan simbolis per juz dan pemberian piagam.

Acara semakin haru ketika para wisudawati menyanyikan lagu nasyid “Aku Ingin Jadi Hafizh Qur’an”. Para perwakilan dari orang tua/wali santri mengungkapkan tangis haru dan bahagianya saat melihat anaknya di wisuda menjadi seorang Hafizhah al-Qur’an.

“Semoga di acara wisuda Tahfizh tahun ini dapat menambah semangat dan memotivasi santri lainnya untuk  menjadi seorang Hafizhah al-Qur’an. Dan semoga acara wisuda tahfizh tahun depan dapat digelar dengan jumlah wisudawati  yang meningkat dari tahun sebelumnya” ujar Ummi Ainun selaku panitia.

Bagian Ta’lim Wal-ibadah  MB 2019-2020 telah mengadakan acara wisuda tahfizh 1-14 juz. Wisuda tahun ini merupakan Angkatan ke-3 sejak diadakannya acara tersebut. Tema dari acara Wisuda Tahfizh tahun i......

previous arrow
next arrow
Slider

ABOUT US

Pondok Pesantren Al Basyariyah adalah Pondok Alumni Gontor yang didirikan pada tahun 1982 oleh Buya Drs. KH. Saeful Azhar, terletak di perkampungan tempat Eyang Cimindi keturunan Waliyullah Eyang Mahmud yang pada zamannya merupakan ulama tersohor di daerah Bandung Selatan.

Pondok yang didirikan dari nol ini, kini telah berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan yang memiliki luas tanah sekitar 17 ha. Kamar tempat mondok santri yang pada mulanya hanya sebuah gubuk yang sangat sederhana kini telah berjumlah ratusan lokal yang dapat menampung santri lebih dari 1500 orang. Selain itu, sebagai lembaga pendidikan yang dinamis dengan mengintegrasikan format pendidikan pesantren salafiyah dan khalafiyah, Pondok Pesantren Al Basyariyah telah mengalami kemajuan pesat lainnya. Alhamdulillah dalam perjalanan perjuangannya, Pondok Pesantren Al Basyariyah telah meluluskan ribuan alumni yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat khususnya dan wilayah nusantara umumnya.

Selengkapnya bisa dilihat di sini