FEATURED POST

 
<div></div>
&nbsp;

Panitia Ujian Nihai Pondok (UNP) dan Santri kelas akhir (NIHAI) telah melaksanakan acara penutupan Ujian Nihai pada Sabtu (6/4) lalu, bertempat di Meeting Room.

Setelah sekian lama santri kelas akhir tersebut menjalani masa studinya di Pondok Pesantren Al-Basyariyah, akhirnya mereka telah menyelesaikan segala uji tahap pembelajaran mengenai kelas akhir yang akan di lepas pada Selasa (9/4) untuk melaksanakan dakwah pondok sebagai batu loncatan bagi para santrinya. Oleh karena itu, ujian akhir kepondokan ini resmi di tutup oleh Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Basyariyah, Al-Ustadz H Zen Anwar Saeful Basyari, S.Pd.I.

Penutupan Ujian <em>Niha’i</em> putra dilaksanakan pada pukul 09.30 sampai dengan pukul 11.00 WIB. Dan penutupan <em>Niha’I </em>putri dilaksanakan pada pukul 13.30 sampai dengan pukul 03.00 WIB Acara dibuka oleh Master of Ceremony, kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an yang dilantunkan oleh salah satu peserta <em>Niha’i </em>dan yang terakhir sambutan- sambutan.

Sambutan pertama oleh Al-Ustadz H. M. Syamsul Imron, Lc. selaku ketua panitia Ujian <em>Niha’i</em>. Sambutan kedua oleh <em>mudirul ma’had</em>, Al-Ustadz Endang Suhendi, S.Ag. Dan sambutan yang terakhir oleh Al-Ustadz H. Zen Anwar Saeful Basyari, S.Pd.I selaku wakil pimpinan pondok sekaligus menutup pelaksanaan Ujian <em>Niha’i </em>secara resmi. Dalam sambutannya beliau berpesan, “Jangan sampai kosong waktumu, karena sedikit saja waktumu kosong maka kau akan hancur.” Sebagaimana pesan Buya Drs. Kh Saeful Azhar, “Manusia itu tidak enak dagingnya, karena manusia dilihat dari produktifitasnya.” Upacara penutupan UNP ditutup dengan do’a yang dibawakan oleh Al-Ustadz Musawa Fudhoil, S.Ag.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur bisa memperoleh predikat peserta niha’i terbaik. Ini merupakan suatu hal yang membanggakan bagi saya. Segala keluh yang terlontar, segala peluh yang tercucur, segala lelah yang terasa kini terbayar sudah. Dan nyatanya, mempertahankan tidak semudah mendapatkan,” ujar Rafid Shidqi (6 TMI B) selaku peserta Niha’i terbaik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 79,37. Dan untuk nilai terbesar di putri diraih oleh Mardliya Azda Putri Basyari dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 80,79 .

<strong><em>”</em></strong><strong><em>Semoga dengan ditutupnya ujian akhir ini menjadi langkah awal untuk memulai perjuangan di kancah masyarakat</em></strong><strong><em>”</em></strong>

<strong><em> </em></strong>

    Panitia Ujian Nihai Pondok (UNP) dan Santri kelas akhir (NIHAI) telah melaksanakan acara penutupan Ujian Nihai pada Sabtu (6/4) lalu, bertempat di Meeting Room. Setelah sekian lama santr......



Pondok Pesantren Al-basyariyah kembali kedatangan rombongan pelajar yang berasal dari Pesantren Al-amanah, Sidoarjo. Tepatnya pada hari senin (01\04) yang berjumlah 210 orang dengan perincian 60 santri putra dan 150 santri putri dari kelas 2 aliyah beserta guru pembimbingnya. Maksud dan tujuan kedatangan rombongan pelajar dari Pesantren Al-amanah tersebut adalah dalam rangka studi banding. Studi banding bertujuan untuk menggali sebanyak mungkin informasi yang ada dan mampu menerapkan hasilnya dan mendapatkan perubahan. Kedatangan rombongan pelajar dari Pesantren Al-amanah pada pukul 20:30 wib, disambut hangat oleh seluruh asatidz dan asatidzah beserta bapenta, bag. Keamanan, dan ketua ospa yang ikut serta menyambut tamu tersebut. Acara dimulai tepatnya pada hari selasa (02\04) yang diawali dengan mengelilingi rayon putri bersama bapenta yang dilanjut makan bersama di wisma. Acara selanjutnya bertempat di meeting room. Acar berlangsung selama 1 jam yang dimulai dari pukul 08:00 – 09:00 wib.  Acara dimulai dengan sambutan pimpinan Pondok Pesantren Al-basyariyah Al- ustadz H. Zen Anwar Saeful Basyari, S.Pd.I dan dilanjut oleh Al – ustadz Endang Suhendi, S.Ag dan sambutan dari perwakilan Pondok Pesantren Al-amanah. Acara diakhiri dengan sesi Tanya jawab antara santri Al-amanah dengan pimpinan Pondok Pesantren Al-basyariyah. Yang diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-amanah kepada pimpinan Pondok Pesantren Al-basyariyah. Usai acara, bapenta putra, bag. Kemanan, dan ketua ospa putra mengajak santri putra Al-amanah untuk mengelilingi rayon putri dan rayon putra yang dipimpin oleh Al- ustadz Endang Suhendi, S.Ag. setelahnya, rombongan pelajar tersebut beranjak pergi untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya. “ kesan pertama datang ke Al-basyariyah itu besar, dan cara penyambutannya baik sekali. Membuat kita betah untuk menetap lebih lama disini “. Ujar nuris selaku ketua dentri Ponpes Al- amanah.


		<div data-carousel-extra='{"blog_id":1,"permalink":"http:\/\/al-basyariyah.com\/","likes_blog_id":109393475}' id='gallery-2' class='gallery galleryid-294 gallery-columns-3 gallery-size-thumbnail'><dl class='gallery-item'><dt class='gallery-icon'><a href="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2019/04/DSC_0524_compressed.jpg" rel="prettyPhoto[gallery-]" title="DSC_0524_compressed"><img src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2019/04/DSC_0524_compressed-450x300.jpg" alt="" /></a></dt></dl><dl class='gallery-item'><dt class='gallery-icon'><a href="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2019/04/DSC_0531_compressed.jpg" rel="prettyPhoto[gallery-]" title="DSC_0531_compressed"><img src="http://al-basyariyah.com/wp-content/uploads/2019/04/DSC_0531_compressed-450x300.jpg" alt="" /></a></dt></dl>
			<br style='clear: both;' />
		</div>


&nbsp;

&nbsp;

&nbsp;

&nbsp;

&nbsp;

&nbsp;

&nbsp;

Pondok Pesantren Al-basyariyah kembali kedatangan rombongan pelajar yang berasal dari Pesantren Al-amanah, Sidoarjo. Tepatnya pada hari senin (01\04) yang berjumlah 210 orang dengan perincian 60 santr......

<div></div>
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kembali Pekan Perkemahan Santri Nusantara (PPSN) tingkat Daerah Jawa Barat pada Rabu(21/3) sampai dengan Kamis(25/3) di Bumi Perkemahan Lokabina, Pangandaran. PPSN adalah ajang kreativitas santri dalam bidang kepramukaan yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali dan tentunya diikuti oleh seluruh pondok pesantren di Indonesia.

Pondok Pesantren (pontren) Al-Basyariyah II menjadi salah satu pondok yang aktif di berpartisipasi di ajang kepramukaan. Setelah sebelumnya pada tahun 2018 Al-Basyariyah II mewakili provinsi Jawa Barat di PPSN tingkat nasional yang digelar di Jambi, kini mengirim dua sangga untuk turut berpartisipasi di PPSN tingkat daerah di Bumi Perkemahan Lokabina, Pangandaran.

Tema yang diusung kali ini, “Santri Moderat, NKRI Kuat” menjadi acuan untuk menyatukan masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja melalui kegiatan kepramukaan. <em>Istigotsah, </em>Karnaval, Giat Prestasi, hingga Pentas Seni diadakan sekreatif mungkin di dalam PPSN, tentunya untuk mengembangkan bakat dan potensi santri dalam bidang kepramukaan.

Pontren Al-Basyariyah II bersatu bersama pontren Al-Basyariyah III, Al-Ihsan, Al-Bayan, Mathlaul Huda, Raudhatul Mutta’alim, dan Al-Muawanah dalam satu kontingen Kabupaten Bandung. Kontingen Kabupaten Bandung berhasil memboyong delapan piala, dengan itu kontingen Kabupaten Bandung meraih peringkat sebagai juara umum. Pontren Al-Basyariyah menyumbang dua piala pada Giat Prestasi, yaitu Juara 1 Desain Grafis dan Juara 1 Peraturan Baris Berbaris (PBB).

PPSN memberikan banyak pengalaman yang berharga bagi santri, salah satunya kerena tempat berkemahnya yang berdekatan dengan garis pantai. “Banyak pengalaman yang bisa saya ambil dari PPSN tahun ini, kita bawa bekal ilmu dari pondok. Terus kita amalkan di PPSN. <em>Sharing-sharing </em>gitu sama santri dari pondok lain,” kata Fajar Nurohman salah satu santri Al-Basyariyah peserta PPSN Jabar 2019.

&nbsp;

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kembali Pekan Perkemahan Santri Nusantara (PPSN) tingkat Daerah Jawa Barat pada Rabu(21/3) sampai dengan Kamis(25/3) di Bumi Perkemahan Lokabina, Pangandaran. PPS......

Arrow
Arrow
Slider

ABOUT US

Pondok Pesantren Al Basyariyah adalah Pondok Alumni Gontor yang didirikan pada tahun 1982 oleh Buya Drs. KH. Saeful Azhar, terletak di perkampungan tempat Eyang Cimindi keturunan Waliyullah Eyang Mahmud yang pada zamannya merupakan ulama tersohor di daerah Bandung Selatan.

Pondok yang didirikan dari nol ini, kini telah berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan yang memiliki luas tanah sekitar 17 ha. Kamar tempat mondok santri yang pada mulanya hanya sebuah gubuk yang sangat sederhana kini telah berjumlah ratusan lokal yang dapat menampung santri lebih dari 1500 orang. Selain itu, sebagai lembaga pendidikan yang dinamis dengan mengintegrasikan format pendidikan pesantren salafiyah dan khalafiyah, Pondok Pesantren Al Basyariyah telah mengalami kemajuan pesat lainnya. Alhamdulillah dalam perjalanan perjuangannya, Pondok Pesantren Al Basyariyah telah meluluskan ribuan alumni yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat khususnya dan wilayah nusantara umumnya.

Selengkapnya bisa dilihat di sini