05 Jul

previous arrownext arrow
Slider

Setelah sekian tahun menimba ilmu di pondok, akhirnya santri Angkatan 32 telah melaksanakan acara khataman/wisuda pada Sabtu (4/7) di Auditorium. Sebanyak 282 orang yang terdiri dari 124 wisudawan dan 158 wisudawati dinyatakan sah menjadi alumni Pondok Pesantren Al-Basyariyah. Acara ini dihadiri oleh majelis pimpinan, guru-guru, ketua IKAPA (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Al-Basyariyah), juga orang tua/wali santri.

Wisuda kali ini mengusung tema peradaban Islam di dunia, dengan nuansa dekorasi dark mode yang menjadikan acara ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Desain background panggung wisuda Integrous Believer Generation menggabungkan nuansa bangunan Eropa, kubah Masjid Kul Sharif Rusia dan kubah masjid-masjid di Turki. Selain itu, yang menjadikan wisuda tahun ini berbeda ialah penerapan protokol kesehatan dalam rangka mengantisipasi penularan Covid-19, diantaranya menggunakan masker/face shield dan tempat duduk dibuat berjarak (physical distancing). Meski tak ada alumni atau pihak luar yang diperkenankan memasuki area pondok, keluarga yang diperbolehkan datang hanya ayah dan ibu, tak ada pedagang yang turut meramaikan suasana pondok, tak ada live streaming di kanal YouTube resmi pondok, wisuda tetap berjalan dengan tertib dan lancar.

Acara berlangsung dengan khidmat, mulai dari pukul 08.40 WIB s/d 12.00 WIB. Diawali dengan tarian khas timur tengah, kemudian seluruh peserta wisuda memasuki Aula, selepas itu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan wisudawan, M. Rizaldi Suhendra. Lalu peserta wisuda menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku dan Mars Al-Basyariyah. Barulah diteruskan dengan sambutan-sambutan.

• Perwakilan Wisudawan : Sholahudin Nugraha Maulani

• Perwakilan Wisudawati : Rineu Kartika

• Perwakilan Orang Tua/Wali : Bpk. H. Andri Isfandiari, orang tua dari Aulian Padhilah (Wisudawan)

• Mudirul Ma’had, Al-Ustadz Endang Suhendi, S.Ag.

• Wakil Pimpinan Pondok, Al-Ustadz H. Zen Anwar Saeful Basyari

“Jika kali ini saya berbicara atas nama Sholahudin Nugraha, maka pembicaraan ini tidak ada apaapanya. Maka, kali ini saya berbicara atas nama keluarga besar angkatan 32. Al-Basyariyah menjadikan kita manusia yang optimis. Tidak ada kemenangan tanpa resiko kekalahan, tidak ada keberhasilan tanpa resiko kegagalan, tidak ada kebersamaan tanpa resiko perpisahan,” ujar Sholahudin Nugraha selaku perwakilan wisudawan di sela-sela sambutannya.

Setelahnya sambutan-sambutan disampaikan, bendahara wisuda Angkatan 32, Rio Suherman dan Arwa Nabilah Nasywa menyerahkan simbolis wakaf dari angkatan 32 kepada Pondok Pesantren Al-Basyariyah sebesar Rp. 48.900.000,-. Kemudian dilanjutkan dengan penayangan slideshow mengenang Almh. Hj. Ummi Syaja’ah yang berhasil membuat para hadirin meneteskan air mata.

Sampailah pada puncak dari keseluruhan acara, yaitu penyematan medali dan penyerahan Risalah ar-Ridha oleh Majelis Pimpinan Pondok. Disambung oleh Al-Ustadz H. Asep Kamaludin Nashir, M.Si. selaku ketua Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Al-Basyariyah (IKAPA) yang menyampaikan sambutannya serta meresmikan Angkatan 32 sebagai anggota IKAPA. Kemudian seluruh wisudawan dan wisudawati menyanyikan sebuah lagu yang dikhususkan untuk majelis guru Pondok Pesantren Al-Basyariyah. Acara khataman diakhiri dengan pembacaan doa oleh Al-Ustadz H. Agus Bunyamin, S.Ag., M.Pd.I.

Leave a Comment