27 Jan

Ribuan personel TNI dan Polri beserta masyarakat mengikuti “Doa Bersama untuk NKRI’ yang dilangsungkan di Masjid Raya Jawa Barat, Alun-Alun Kota Bandung, Kamis (17/1) malam. Kegiatan yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Wakapolri, sejumlah pejabat, dan ulama ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahim, sekaligus mengingatkan pentingnya semua elemen masyarakat untuk menjaga persatuan juga kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Sebanyak 20 orang santriwan dari kelas 4 TMI dan 5 TMI sederajat serta lima orang pembimbing diundang untuk menghadiri acara tersebut. Adapun pembimbing terdiri dari satu orang Peserta Masa Bakti, Al-Ustadz Heri M. Imron, S.Ag dan Al-Ustadz Hamzah Silahul Islam selaku Majelis Pembantu Pimpinan Pondok (MP3), Koordinator Pengasuhan Al-Ustadz Musawa Fudhoil, S.Ag, serta salah seorang perwakilan dari niha’i (siswa kelas akhir). Rombongan dikoordinir oleh Polsek Margaasih dan Koramil Margahayu. Tak hanya Al Basyariyah yang diundang, berbagai pesantren di kawasan Bandung dan sekitarnya pun turut serta dalam event itu.

Pemberangkatan dimulai pada sore hari, tepatnya setelah pelaksanaan shalat Ashar dengan menggunakan minibus dan tiba pada pukul 17.00 WIB. Setibanya disana, para santri mengikuti serangkaian acara dengan antusiasme yang tinggi, mulai dari shalat berjama’ah, pembacaan surat Yaasiin, gema sholawat, dzikir dan doa untuk bangsa serta taushiyah dari beberapa mubaligh. Sekalipun sempat diguyur hujan, tapi tidak pernah menyurutkan semangat para santri untuk mengagungkan asma Allah SWT.

Namun sehubungan waktu terlalu malam, mereka tidak bisa menyaksikan puncak acara, yaitu taushiyah dari Rais ‘Aam Jam’iyyah Thariqah Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), Maulana Al-Habib Luthfi bin Yahya. Hal ini bertujuan agar para santri bisa mempersiapkan diri untuk mengikuti serangkaian rutinitas pondok pada esok harinya. Akhirnya, rombongan kembali ke pondok pada pukul 22.30 WIB.

Personil BIPP Rafid Shidqi mengaku bahwa ia sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, menurut dia, acara ini memberikan dampak positif yang begitu besar dalam mewujudkan masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung yang juara lahir dan batin.  “Kegiatan positif ini saya rasa perlu kiranya untuk dilestarikan, guna terwujudnya Indonesia sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” kata dia.v

Leave a Comment