previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Slider

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kembali Pekan Perkemahan Santri Nusantara (PPSN) tingkat Daerah Jawa Barat pada Rabu(21/3) sampai dengan Kamis(25/3) di Bumi Perkemahan Lokabina, Pangandaran. PPSN adalah ajang kreativitas santri dalam bidang kepramukaan yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali dan tentunya diikuti oleh seluruh pondok pesantren di Indonesia.

Pondok Pesantren (pontren) Al-Basyariyah II menjadi salah satu pondok yang aktif di berpartisipasi di ajang kepramukaan. Setelah sebelumnya pada tahun 2018 Al-Basyariyah II mewakili provinsi Jawa Barat di PPSN tingkat nasional yang digelar di Jambi, kini mengirim dua sangga untuk turut berpartisipasi di PPSN tingkat daerah di Bumi Perkemahan Lokabina, Pangandaran.

Tema yang diusung kali ini, “Santri Moderat, NKRI Kuat” menjadi acuan untuk menyatukan masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja melalui kegiatan kepramukaan. Istigotsah, Karnaval, Giat Prestasi, hingga Pentas Seni diadakan sekreatif mungkin di dalam PPSN, tentunya untuk mengembangkan bakat dan potensi santri dalam bidang kepramukaan.

Pontren Al-Basyariyah II bersatu bersama pontren Al-Basyariyah III, Al-Ihsan, Al-Bayan, Mathlaul Huda, Raudhatul Mutta’alim, dan Al-Muawanah dalam satu kontingen Kabupaten Bandung. Kontingen Kabupaten Bandung berhasil memboyong delapan piala, dengan itu kontingen Kabupaten Bandung meraih peringkat sebagai juara umum. Pontren Al-Basyariyah menyumbang dua piala pada Giat Prestasi, yaitu Juara 1 Desain Grafis dan Juara 1 Peraturan Baris Berbaris (PBB).

PPSN memberikan banyak pengalaman yang berharga bagi santri, salah satunya kerena tempat berkemahnya yang berdekatan dengan garis pantai. “Banyak pengalaman yang bisa saya ambil dari PPSN tahun ini, kita bawa bekal ilmu dari pondok. Terus kita amalkan di PPSN. Sharing-sharing gitu sama santri dari pondok lain,” kata Fajar Nurohman salah satu santri Al-Basyariyah peserta PPSN Jabar 2019.

 

Leave a Comment