13 Mar

Pada hari Jumat (12/3), Pondok Pesantren Al-Basyariyah menyelenggarakan acara Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW serta menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H, dengan menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa wal Mahmuudiyyah, Sumedang, Abuya KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al Manafi, MA.

Acara ini dilaksanakan di Auditorium, dimulai dari pukul 20.00 WIB s/d 00.00 WIB. Dihadiri oleh para santri, majelis guru dan jamaah majelis ta’lim. Sehubungan pandemi belum berakhir, pondok pun membatasi tamu yang hadir. Oleh karenanya, Al-Basyariyah Multimedia Centre dan Tim IT Asy-Syifaa menayangkan kegiatan ini secara live streaming di channel YouTube Al-Basyariyah Official dan Instagram @asysyifaapusat.

Acara ini diawali dengan penampilan grup hadroh El Habasya, kemudian diisi dengan taushiyah dari putra Abuya Muhyiddin, Mu’allim Maulana Ja’far Shadiq, sehubungan Abuya masih dalam perjalanan. Dalam taushiyahnya, beliau mengisahkan peristiwa di-isra’-kannya Rasulullah SAW secara mendetail berdasarkan kitab Dardir Mi’raj.

“Sambil menunggu beliau, saya diminta oleh keluarga besar untuk mengisi sedikit demi sedikit, dan sekelumit dari cerita-ceritanya,” ucapnya di sela-sela pembicaraan.

Abuya Muhyiddin tiba di lokasi pada pukul 21.45 WIB. Direktur TMI Putra, Al-Ustadz Endang Suhendi, S.Ag. bertindak sebagai MC yang memandu berjalannya acara inti. Dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran Surat Al Isra ayat 1-8 yang dibawakan oleh Al-Ustadz Mukti Ali, S.Pd. I, alumni Pondok Pesantren Al-Basyariyah Angkatan 20 yang juga merupakan Imam Tetap Masjid Ar Rahman Kota Baru Parahyangan. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yaitu taushiyah dari Abuya KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al Manafi, MA.

Abuya memulai taushiyahnya dengan pembacaan Qasidah Burdah dengan iringan hadroh. Beliau menyampaikan bahwa Allah menjadikan manusia berharga karena ketakwaannya.

“Segala yang terhubung kepada Allah yang Maha Agung, kepada Baginda Rasulullah SAW, nabi, rasul hamba dan makhluk teragung, maka segalanya menjadi agung. Pahamilah oleh kita. Walaupun manusia banyak hartanya, jabatan dunianya tinggi, gelarnya berderet. Ingat! Sohor menurut manusia tapi dia tidak mau hadir dalam majelis ilmu, maka tidak ada harganya di dirinya sedikitpun. Siapa yang rajin duduk di majelis ilmu, maka ia akan menjadi orang yang bernilai tinggi di sisi Allah. Walaupun sudah terkubur tanah ribuan tahun, tetap akan berharga. Walaupun tidak memiliki uang sepeserpun, rumah gubuk, fakir, miskin, tidak punya gelar, tidak punya jabatan dunia, ketika dia istiqamah rajin hadir dalam majelis ilmu, tetap dirinya akan berharga disisi Allah Jalla Jalaaluhu Wahdah. Walaupun manusia banyak hartanya, jabatan dunianya tinggi, gelarnya berderet. Ingat! Sohor menurut manusia, tapi dia tidak mau hadir dalam majelis ilmu, maka ia tak ada harganya. Pahami. Ketahuilah bahwa Allah SWT menjadikan manusia berharga hanya ada dalam takwa, tidak ada pada yang lain,” tutur beliau.

Acara ditutup dengan Mahallul Qiyam dan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Abuya. “Dengan adanya peringatan ini, bisa menjadi motivasi bagi saya dan juga para santri yang sedang menjalankan pendidikan,” ujar Ibu Nurlaela, orang tua santri kelas 5 TMI.

 

Salsabila Husniyya Hantoro_5 TMI B_BIPD

Leave a Comment