FEATURED POST

<div></div>
Camat Margaasih, Bpk. Drs. Asep Ruswandi, M.Si berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Basyariyah pada hari Rabu (16/9). Kedatangannya bertujuan dalam rangka meninjau jalannya protokol kesehatan di Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2 agar berjalan dengan semestinya.

Selain itu, beliau bersama dua orang sekretarisnya bermaksud untuk memantau keadaan pondok di tengah kondisi pra-PSBB. Hal ini dilakukan guna mencegah semakin luasnya penularan Covid-19 di lingkungan pesantren. Sebelum dibukanya sistem belajar mengajar pesantren dengan kegiatan tatap muka, maka ditegaskan kembali agar meningkatkan kesadaran melakukan persyaratan pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19, salah satunya dengan memakai masker dan mencuci tangan setiap saat.

“Saya sengaja mengecek apakah protokol kesehatan ini betul-betul berjalan lancar atau tidak. Setelah saya lihat ke kelas-kelas dan berkomunikasi dengan pimpinan pondok, ternyata sudah terlaksana dengan semestinya dan Alhamdulillah, dari jumlah santri dan guru-guru yang ada semuanya tidak ada yang terpapar Covid-19 ini,” ujar Bapak Camat Margaasih saat diwawancarai.

Pondok Pesantren Al-Basyariyah merupakan pesantren pertama yang dikunjungi oleh Camat, beliau menanggapi bahwa protokol kesehatan yang ada dirasa cukup baik sesuai dengan peraturan pemerintah.

Beliau pun bertutur, apabila suatu pondok pesantren bisa melaksanakan protokol kesehatan dan bisa lebih terjamin keselamatannya, maka lebih baik ‘mesantren’ di pondok daripada dipulangkan ke rumah. Bilamana berada di rumah, santri tidak akan terkontrol dan kemungkinan kontak fisik terjadi.

“Kalau disini sudah betul-betul terjamin (protokol kesehatan) dan bisa melaksanakannya secara istiqomah. Saya himbau agar selalu disini, tidak dipulangkan," pungkasnya.

Camat Margaasih, Bpk. Drs. Asep Ruswandi, M.Si berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Basyariyah pada hari Rabu (16/9). Kedatangannya bertujuan dalam rangka meninjau jalannya protokol kesehatan di Pondok P......

<div></div>
Pada Ahad pagi (6/9) Pondok Pesantren Al-Basyariyah mengadakan praktik manasik haji untuk pertama kalinya santri putri, bertempat di Rayon A samapai Rayon D. Praktik manasik haji dibagi menjadi dua gelombang, yaitu kemarin dan minggu depan (20/9).

Setiap gelombang beranggotakan kurang lebih 250 orang dari Marhalah ‘Ulyaa (4, 5, dan 6 TMI sederajat). Pelaksanaan dipimpin langsung oleh Pimpinan Umum Yayasan Minda Al-Miftahiyyah, yaitu Al-Ustadz Moch. Dede Miftahuddin.

Lengkap dengan miniatur Ka’bah, peserta diwajibkan memakai baju bernuansa putih, sesuai syarat haji dan umroh. Kegiatan ini adalah yang pertama kalinya diadakan oleh Bagian Ta'lim wal Ibadah.

Manasik Haji dilakukan untuk dapat memberikan pemahaman kepada setiap calon jama’ah tentang tujuan utama keberangkatan ke tanah suci. Adapun tujuan kegiatan Manasik Haji ini adalah agar santri peserta nantinya dapat:

1. Memahami mana yang wajib, rukun, Sunnah, dan haram saat melaksanakan ibadah haji.

2. Mengetahui Doa-doa Sunnah dari awal keberangkatan dari Indonesia sampai kembalinya dari Mekkah.

3. Mengetahui kondisi Makkah dan Madinah yang akan berguna untuk persiapan ibadah haji nantinya.

4. Saling mengenal jama’ah lain sehingga saat di Makkah dapat saling membantu.

5. Berbahasa Arab untuk percakapan ringan di Makkah nantinya

“Dasar kita untuk mengikuti manasik haji, bukan sekedar untuk main-main seperti anak TK (Taman Kanak-kanak). Melainkan sebagai niatan awal kita untuk pergi ke tanah suci” Ujar K.H Moch. Dede MIftahudin sebagai di akhir wawancara.
<div id="gtx-trans" style="position: absolute; left: -33px; top: 23.5278px;"></div>

Pada Ahad pagi (6/9) Pondok Pesantren Al-Basyariyah mengadakan praktik manasik haji untuk pertama kalinya santri putri, bertempat di Rayon A samapai Rayon D. Praktik manasik haji dibagi menjadi dua ge......

<div></div>
<div></div>
<div> “Harga seorang manusia dinilai dari produktivitasnya, karena manusia itu tidak enak dagingnya,” itulah motto Buya, Drs. KH. Saeful Azhar yang selalu dikutip para alumni Pondok Pesantren Al-Basyariyah. Begitu lamanya perjuangan sang kiai dalam membangun pondok ini, dan tentunya diiringi dengan tekad yang kuat untuk mencapainya.

Pondok Pesantren Al-Basyariyah menyelenggarakan acara Tasyakur Bini’mah atas bertambahnya usia Buya yang ke-79 tahun di Auditorium pada hari Selasa (1/9), bertepatan dengan tanggal 13 Muharram 1442 H. Peringatan milad sang kiai ini dihadiri oleh Keluarga Besar Bumi Jannah Iliyyin (BJI), Kepala Desa Cigondewah Hilir, Bpk. Syae’ul Huda, Polsek Margaasih, majelis guru, seluruh santri beserta perwakilan alumni secara tatap muka, sedangkan para alumni yang lainnya menyaksikan siaran langsung di kanal Youtube Al-Basyariyah Official.

Acara berlangsung mulai dari pukul 08.00 s/d 11.00 WIB. Adapun susunan acara terdiri dari tasyakur bini’mah Milad Buya, irsyadat Buya, doa bersama untuk almarhumah Hj. Ummi Syaja’ah, sosialisasi pembentukan Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Al-Basyariyah (IKAPA) Cabang, santunan anak yatim dan potong tumpeng.

“Di samping adanya acara ini, kami juga akan mengadakan general meeting via Zoom per konsulat, karena adanya IKAPA bertujuan sebagai dakwah pondok yang harus tersampaikan ke 34 Provinsi di Indonesia. Saat ini, alumni Al-Basyariyah sudah tersebar di 19 provinsi dan 69 kabupaten/kota,” ujar Al-Ustadz Dadang Aji Permana, S.Fil., M.Hum selaku sekretariat alumni di sela-sela sambutannya.

Peringatan Milad Buya berlangsung dengan tertib dan khidmat. Acara semakin meriah karena santri pun turut berpartisipasi menampilkan karyanya sebagai persembahan untuk Buya, diantaranya Grup Hadroh El-Habasya dari santri putra, tari saman, angklung dan puisi mozaik dari santri putri.

Tak lupa beberapa video tayangan yang digarap oleh tim Al-Basyariyah Multimedia Centre (AMC) sukses menyita atensi penonton, mulai dari highlight acara Silaturahmi Alumni, ucapan selamat ulang tahun dari para alumni, juga wawancara Buya mengenai kenangan bersama almarhumah Ummul Ma’had yang sukses membuat para partisipan meneteskan air mata.

“Suatu kehormatan bisa mewakili para alumni yang diundang secara khusus dan dapat mengenang masa lalu bersama Buya dan Ummi. Meskipun kami telah menjadi alumni, kami tetap merasa menjadi seorang santri Al-Basyariyah,” ucap Al-Ustadz Bobi Iskandar, alumni Angkatan 15.

Setelah pelaksanaan shalat Dzuhur, pondok kembali membuka pengajian rutin majlis ta’lim sebagaimana yang biasa dipimpin oleh Almarhumah. Namun, lain lagi untuk saat ini dan seterusnya. Kegiatan pengajian rutin ini dipimpin oleh keluarga BJI serta guru-guru senior.

Kemudian usai shalat Ashar, seluruh santri putri mengkhatamkan Al-Qur’an sebagai salah satu upaya mendoakan Buya. Pada malam harinya, Bagian Ta’lim wal Ibadah OSPA Putri Masa Bakti 2020-2021 menyelenggarakan pengajian yang dipandu oleh Al-Ustadz Endang Suhendi, S.Ag dan disaksikan langsung oleh Buya. Grup Hadroh Ash-Shoutun Nisa turut menyemarakkan acara ini, tentunya para santri mengikuti acara ini dengan antusiasme yang tinggi.

“Acara ini sangat mengharukan dan terasa sedih karena tidak adanya Ummi. Beliau merupakan figur yang patut dicontoh para akhwat karena beliau selalu taat dan hormat pada suami. Doa untuk Buya tercinta, semoga panjang umur, sehat lahir batin, dan bisa terus menyaksikan kemajuan pondok ini,” tutur Al-Ustadz Imam, mantan ketua OSPA dari Angkatan 14.</div>

 “Harga seorang manusia dinilai dari produktivitasnya, karena manusia itu tidak enak dagingnya,” itulah motto Buya, Drs. KH. Saeful Azhar yang selalu dikutip para alumni Pondok Pesantren Al-Basyariyah......

previous arrow
next arrow
Slider

ABOUT US

Pondok Pesantren Al Basyariyah adalah Pondok Alumni Gontor yang didirikan pada tahun 1982 oleh Buya Drs. KH. Saeful Azhar, terletak di perkampungan tempat Eyang Cimindi keturunan Waliyullah Eyang Mahmud yang pada zamannya merupakan ulama tersohor di daerah Bandung Selatan.

Pondok yang didirikan dari nol ini, kini telah berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan yang memiliki luas tanah sekitar 17 ha. Kamar tempat mondok santri yang pada mulanya hanya sebuah gubuk yang sangat sederhana kini telah berjumlah ratusan lokal yang dapat menampung santri lebih dari 1500 orang. Selain itu, sebagai lembaga pendidikan yang dinamis dengan mengintegrasikan format pendidikan pesantren salafiyah dan khalafiyah, Pondok Pesantren Al Basyariyah telah mengalami kemajuan pesat lainnya. Alhamdulillah dalam perjalanan perjuangannya, Pondok Pesantren Al Basyariyah telah meluluskan ribuan alumni yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat khususnya dan wilayah nusantara umumnya.

Selengkapnya bisa dilihat di sini